Presiden Iran Ejek Pejabat Amerika

September 25, 2011

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad mengatakan bahwa para pejabat AS adalah tokoh paling lemah dan paling tidak bijaksana di dunia, mereka bahkan tidak mampu menyelesaikan masalah kecil yang dihadapi.

Ahmadinejad dalam pertemuan dengan para aktivis anti-perang Amerika dan para pemimpin di New York, mengatakan, “Negara di dunia telah menganggap pemerintah AS sebagai kekuatan tak terkalahkan selama 30 tahun terakhir, namun telah mencapai status di mana ia bahkan tidak bisa menyelesaikan masalah terkecil dalam negerinya.”

Ia menambahkan bahwa para pejabat AS tidak bisa menemukan solusi tepat untuk masalah Palestina setelah lebih dari 60 tahun, demikian laporan kantor berita IRNA, Rabu (21/9).

“Hari ini, kekuatan hegemonik berbicara tentang kebebasan dan demokrasi ke negara-negara lain, tetapi mereka mengejar prinsip-prinsip tersebut dalam kerangka memanfaatkan bom dan senjata untuk melayani kepentingan kapitalis,” tandasnya.

Ahmadinejad juga menyatakan bahwa kekuatan jahat tertentu menyerang negara-negara lain dan membunuh jutaan orang dalam upaya untuk mengisi kantong kapitalis dan melayani kepentingan mereka.

Pada awal pertemuan, para aktivis anti-perang Amerika menyatakan pandangan mereka tentang cara-cara untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas dan keamanan di dunia. (IRIB)

Lebaran, Tangan Bocah ini Hancur Kena Petasan

August 31, 2011

Nasib tragis dialami Ari. Di saat kegembiraan menyambut lebaran, bocah berusia 11 tahun asal Desa Astana Gunung Jati, Kabupaten Cirebon terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena tangannya hancur setelah terkena ledakan petasan, Selasa 30 Agustus 2011 malam.

Ceritanya berawal sekitar pukul 20.30 WIB, korban bersama teman-temannya sedang bermain petasan. Disaat salah satu petasan tidak menyala, korban mengambilnya. Namun nahas, secara tiba-tiba petasan yang dikira sudah tidak menyala itu meledak.

Akibat ledakan itu, tangan Ari sebelah kanan hancur, bahkan ibu jarinya putus. Bukan hanya itu saja, sebagian tubuhnya pun terluka akibat ledakan petasan itu. Warga setempat langsung melarikan korban ke UGD RSUD Gunung Jati Cirebon.

“Saya juga kaget setelah dapat kabar adik saya terkena petasan. Kami langsung bawa ke rumah sakit,” kata Erwan(25 tahun) kakak korban.

Karena kondisinya parah, korban kini harus menjalani rawat inap di RSUD Gunung Jati Cirebon. (VIVAnews)

Memaknai Mudik Dalam Tinjauan Sosio-Kultural

August 28, 2011

Tak terasa hampir sebulan penuh kita menjalankan ibadah puasa ramadhan sebagai bentuk ibadah individual yang kita lakukan kepada Allah SWT. Selain itu ibadah sosialpun tak terlupakan untuk diaktualisasikan untuk menjaga tali persaudaraan dan menunjukkan rasa empati diri terhadap sesama manusia (hablum minannas) atau dalam pandangan amien rais di sebut sebagai ‘tauhid sosial’. Tauhid sosial atau kesalehan sosial tersebut termanifestasikan sebagai bentuk ibadah af’aliyah dalam kehidupan sekitar.

Selama sebulan penuh menjalankan ibadah puasa ramadhan, tentunya menjadi momentum introspeksi diri, penyucian hati (tazkiyah an-nafs), menahahan segala sifat hawa nafsu yang di miliki oleh manusia dan sebagai akhir puncak nanti sebagai umat muslim yang ada di Indonesia maupun di negara lainnya akan merayakan hari kemenangan yakni merayakan hari Idul Fitri 1 Syawal 1432 H. Dengan itu kita berharap semoga kita kembali dalam keadaan yang fitri (suci) seperti yang Allah SWT yang janjikan.

Dalam tulisan yang kami buat ini tentunya sudah tak lazim dan familiar di telinga yakni istilah tradisi ‘Mudik alias Pulang Kampung’ yang merupakan agenda akhir tahunan pada setiap menjelang hari lebaran. Mudik sudah menjadi fenomena sosial dan merupakan bagian warisan sosio-kultural ketika pada saat menjelang lebaran, hal tersebut bisa kita lihat di berbagai tempat antrian yang begitu padat di karenakan komposisi penduduk yang setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Mereka senantiasa sangat antusias untuk melakukan mudik ke kampung halaman masing-masing. tak peduli harus membayar mahal tiket mudik akibat kenaikan ongkos menjelang lebaran, harus antri tiket jauh-jauh hari sebelum lebaran, tak jarang banyak yang tak kebagian tiket sehingga harus harus rela berdiri dan berdesak-desakkan dan sampai ironisnya ada yang menelan korban dengan fenomena seperti ini. Hal itu bisa dilihat (potret) melalui media massa elektronik TV, antrian begitu padat yang ada di terminal, stasiun, pelabuhan, maupun yang ada di bandara.

Secara terminus dan berbagai sumber yang ada bahwa istilah mudik berasal dari kata “udik “yang berarti kampung atau desa. Jika diartikan secara umum bahwa mudik berarti balik atau pulang ke daerah asal. Sedangkan mudik menurut Kamus Bahasa Indonesia WJS Poerwadarminta (1976) adalah pulang ke udik atau pulang ke kampung halaman bersamaan dengan datangnya hari lebaran. Mudik menjadi euforia tersendiri bagi sebagian besar orang, karena hanya di rayakan setiap tahun sekali khusunya yang ada di kota besar metropolitan.

Faktor Pendorong

Tak di pungkiri bahwa era sekarang di sebut sebagai era IPTEK (Informasi Teknologi dan Komunikasi) dengan menghasilkan berbagai produk seperti handphone, BBM (blackberry), internet melalui jejaring sosial (facebook, twitter, dll). Dengan produk yang di hasilkan tersebut memberikan kemudahan tersendiri ketika melakukan komunikasi secara audio visual dan juga yang tak memungkinkan untuk di jangkau oleh seseorang. Tetapi masyarakat merasa bahwa komunikasi audio visual tersebut hanya bersifat teknologis instrumental (alat) yang di sebut dalam pandangan Jurgen Habermas. Bagi mereka, tradisi mudik tidak bisa tergantikan karena mempunyai suatu makna tersendiri yakni makna yang bersifat sosio-kultural.

Menurut Sosiolog UGM Arie Sudjito, ada beberapa hal yang menyebabkan teknologi tidak bisa menggantikan tradisi mudik. Salah satunya, disebabkan teknologi tersebut belum menjadi bagian dari budaya yang mendasar di Indonesia, terutama yang ada pada masyarakat pedesaan. Setidaknya ada empat hal yang menjadi tujuan orang untuk melakukan mudik dan sulit digantikan oleh teknologi :1. Mencari berkah dengan bersilaturahmi dengan orangtua, kerabat, dan tetangga.2. Terapi psikologis 3. lebaran untuk refreshing dari rutinitas pekerjaan sehari-hari 3. Mengingat asal usul 4. Unjuk diri, bahwa mereka telah berhasil mengadu nasib di kota besar.

Makna Sosio-Kultural

Dalam hubungan kekerabatan dalam rumah tangga kita mengenal dengan istilah keluarga inti (extented family) dan keluarga besar (nuclear family). Keluarga inti (extended family) adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak yang belum dewasa atau belum kawin, sedangkan keluarga besar (nuclear family) adalah keluarga yang terdiri lebih dari satu generasi.

Untuk itu, yang termasuk di dalam golongan keluarga yang bercirikan sebagai nuclear family (keluarga besar) tak lengkap rasanya ketika tidak merayakan yang namanya tradisi mudik lebaran untuk berkumpul di kampung halaman, bercengkrama, mengingat romantisme masa lalu yang pernah di jalani. Di samping itu ketika keinginan tersebut untuk melakukan mudik tidak tercapai, bisa saja mereka mengidap efek psikologis yang sangat amat mendalam karena mereka tidak bisa berkumpul dengan orang tua tercinta maupun sanak keluarga yang ada.

Dengan mudik orang yang bercirikan tipe keluarga besar (nuclear family) mereka jauh kepada sanak keluarga yang ada di kampung halaman. Tipe yang bercirikan seperti ini adalah merekalah yang hidup mandiri khususnya yang ada di masyarakat perkotaan. Mereka sangat merasakan yang namanya pahit manisnya ketika hidup di masyarakat perkotaan. Mereka bercampur-baur melakukan proses akulturasi dengan masyarakat lain, bahkan tak jarangpun mereka yang tercerabut dari sisi kemanusiaan yang di miliki di karenakan lingkungan kerja dan mereka yang teralienasi dengan lingkungan sosial.

Tentunya, hal tersebut terjadi karena rutinitas mereka yang telah menyita telah menjadikan manusia, seperti apa yang disebut oleh Lewis Yablonsky sebagai “robopaths”. Robopaths telah kehilangan kreatifitas dan inovatif. Bagi penulis, tanpa maksud untuk menggeneralisir bahwa hidupnya yang seperti ini mereka yang ada dan terkooptasi di dalam lembaga institusional yang bersifat struktural.

Untuk itu dalam kesempatan tertentu seperti dengan adanya tradisi mudik lebaran, orang-orang yang kemudian pernah mengalami suatu masalah ketika berada di lingkungan kerja dan merasa sifat kemanusiaanya telah tercerabut akan sedikit meminimalisir suatu keadaan atau masalah yang telah di hadapi dan ketika melakukan tradisi mudik lebaran mereka akan merasakan masa lalunya ketika berada di kampung halaman.

Peristiwa dalam pandangan seperti ini secara sosiologis menurut Pierre Bouerdieu, akan membawa kita ke dalam refleksi kedirian, pengetahuan, selera, dan makna yang bersifat sosial dan memiliki hubungan antara kelas lain (Scott Lash, Sosiologi Posmodern; 2004).

Selain itu, Kebutuhan semacam ini menurut Abraham Maslow merupakan suatu kebutuhan mendasar bagi manusia. Menurut Maslow kebutuhan yang mendasar atau tidak, tidaklah menjadi suatu masalah yang penting tetapi bagamaimana mereka meninggalkan sementara segala kepenatan yang ada di kehidupan masyarakat perkotaan.

Dengan mudik, menurut sosiolog Emile Durkheim (1859-1917) disebut dengan solidaritas organik. Mudik bisa menjadi salah satu jalan melanggengkan solidaritas organik itu ketika masyarakat sebelum dan sesudah hari raya kadang sibuk dengan urusan masing-masing yang bisa saling melupakan silaturahmi antar sesama.

Dengan mudik akan terjalin proses interaksi sosial (social contact), dengan itu kita bisa meluangkan perasasaan-perasaan yang ingin di sampaikan kepada orang lain, baik itu kepada kedua orang tua tercinta dengan mengucapkan maaf lahir batin atas kesalahan yang pernah di lakukan, mereka berbagi kepada tetangga, keluarga, maupun para sahabat ketika pada saat waktu kecil berada di kampung halaman. Dengan itu ketika proses komunikasi terjalin akan memberikan sebuah reaksi terhadap perasaan yang ingin di sampaikan, hal senada di katakan Maryati dan Suryawati (2003).

Momen seperti ini jarang kemudian terjalin di tengah kesibukan dan aktivitas diri masing-masing apalagi yang hidup di masyarakat perkotaan. Selain itu dengan melakukan mudik dalam tinjauan sosiologis, ada sebuah ciri nilai sosial yang kemudian kembali terjalin terhadap sesama keluarga, tetangga, maupun sahabat. Ciri nilai sosial tersebut kemudian di representasikan sebagai saling memotivasi diri, saling memberikan sugesti, di jadikan sebagai ajang sharing baik permasalahan yang bersifat pribadi maupun yang bersifat sosial kemasyarakatan. (IRIB/Kompasiana)

Upaya Israel Cegah Terbentuknya Negara Independen Palestina

July 23, 2011

Koran Haaretz cetakan Israel baru-baru ini mengkonfirmasikan rencana Rezim Zionis mencaplok sejumlah wilayah Tepi Barat Sungai Jordan dan Baitul Maqdis. Menurut sumber ini, pemerintah Tel Aviv telah mempersiapkan rencana untuk menjarah sejumlah besar tanah di Tepi Barat dan Baitul Maqdis, khususnya wilayah di sekitar distrik Zionis.

Sementara itu, para pejabat Palestina menilai tujuan dari rencana Israel mencaplok sejumlah besar wilayah Palestina adalah memecah wilayah Tepi Barat dan mencegah komunikasi dan hubungan antar wilayah Palestina jika terbentuk negara independen Palestina. Badan Kemanusiaan PBB untuk Palestina (UNRWA) dalam laporannya terkait brutalitas Rezim Zionis Israel di Tepi Barat menyebutkan, sejak permulaan tahun 2011 hingga kini, Israel telah menghancurkan 342 gedung pemerintah dan rumah warga Palestina di Tepi Barat.

Brutalitas dan arogansi Israel di bumi Palestina kian menjadi-jadi, apalagi setelah seorang Rabi secara transparan menuntut Tepi Barat dimasukkan ke dalam wilayah jajahan. Rabi ini menandaskan, petinggi Israel harus menggabungkan Tepi Barat ke Palestina pendudukan sehingga akan tercapai perdamaian dan stabilitas di kawasan. Pernyataan sang Rabi ini kian memperjelas arti perdamaian dan keamanan di mata Rezim Zionis Israel.

Sejatinya perdamaian dalam kaca mata Israel harus menjamin kemajuan politik arogan dan penjajahan Israel di kawasan. Dengan kata lain, selama Israel bercokol di kawasan maka jangan harap perdamaian sejati akan terwujud di wilayah ini. Sikap tegas Israel untuk mencaplok lebih besar wilayah Palestina khususnya di Tepi Barat dibarengi dengan eskalasi serangan militer rezim penjajah ini ke kawasan Palestina.

Strategi penjarahan wilayah Palestina oleh Israel juga dibarengi dengan pembangunan distrik Zionis dan tembok pemisah yang kian marak. Hal ini ditempuh Tel Aviv untuk memperluas wilayahnya dan melanggengkan penjajahannya atas bumi Palestina. Kebijakan arogan dan haus perang Israel ini juga dimaksudkan menjadikan Palestina sebagai kawasan yang terpisah-pisah dengan harapan negara independen Palestina gagal dibentuk.

Hal ini kembali membuktikan bahwa bangsa Palestina senantiasa berada dalam bayang-bayang konspirasi Rezim Zionis Israel. Rakyat yang tak berdosa ini setiap harinya akan menjadi mangsa kebuasan Israel. (IRIB)

Iran Jatuhkan Sanksi bagi AS

May 29, 2011

Seorang anggota senior parlemen Iran mengatakan Parlemen Iran akan merilis daftar hitam nama 26 pejabat Amerika Serikat yang akan dijatuhi sanksi oleh Tehran.

“RUU mengenai sanksi terhadap para pejabat Amerika yang memiliki sejarah pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional telah dibahas di Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri pada hari Minggu lalu,” kata Hossein Ebrahimi.

Wakil ketua Dewan Keamanan Nasional dan Komisi Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran ini menggambarkan RUU tersebut sebagai respon terhadap sanksi yang dijatuhkan secara sepihak oleh AS terhadap Iran.

“Tuduhan Washington terhadap Tehran tidak berdasar, sementara menurut sumber-sumber intelijen, sebanyak 26 pejabat Amerika telah melakukan pelanggaran hukum dan HAM secara terang-terangan,”ungkap Ebrahimi.

Komisi khusus di parlemen Iran tersebut akan membahas dan merampungkan RUU itu pada hari Selasa (24/5), dan mengumumkan nama-nama pejabat AS yang akan dikenai sanksi.

Pada bulan Mei, Amnesti International mengkritik Amerika Serikat terkait penahanan tak terbatas di Afghanistan dan di penjara Guantanamo di Kuba, serta kelemahan sistem hukuman di negara yang mengklaim sebagai kampium HAM itu.

Pada bulan Oktober 2010 lalu, UNHRC juga merilis laporan yang menyatakan keprihatinan serius tentang pelanggaran hak asasi manusia di AS.

Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia (OHCHR) melaporkan sejumlah pelanggaran HAM dan kekhawatiran mengenai penyiksaan, kebrutalan polisi, dan diskriminasi luas yang dilakukan pemerintah AS.

laporan tersebut juga menyinggung secara rinci mengenai pelanggaran hak asasi manusia oleh pemerintah Amerika Serikat, yang menunjukkan bahwa pelanggaran paling besar menimpa warga kulit hitam, kaum minoritas terutama Muslim, dan komunitas imigran di Amerika Serikat maupun di luar negeri.

Penggunaan penyiksaan terhadap narapidana dan tahanan oleh personel militer di penjara Teluk Guantanamo, serta pusat-pusat penahanan di Irak dan Afghanistan, juga dikutuk dalam laporan tersebut.(IRIB)

Mengapa Invasi AS di Libya Ilegal?

Invasi militer Amerika Serikat dalam serangan NATO di Libya sejak 20 Mei lalu dinilai berbagai kalangan tidak memiliki dasar hukum di negaranya sendiri, karena tidak disahkan oleh Kongres.

“Resolusi kekuatan perang yang disahkan Kongres AS pada tahun 1973 memberikan otoritas kepada presiden untuk menggunakan opsi militer hingga 60 hari tanpa otorisasi kongres. Masalahnya sekarang, tenggat waktu 60 hari itu telah berakhir, jadi sekarang tidak ada dasar hukum penggunaan militer AS di Libya, “kata Paul Wolf kepada Press TV.

“Hal ini cukup mengejutkan bahwa Presiden Obama belum pergi kepada Kongres dan meminta otorisasi, karena ia mengira mungkin akan mendapatkannya,” tambah pengacara internasional itu.

NATO meluncurkan invasi udara besar-besaran melawan kekuatan rezim Libya pada pertengahan Maret lalu di bawah mandat PBB untuk “melindungi penduduk sipil Libya.”

Amerika Serikat, Perancis, dan Inggris menyatakan tidak akan menghentikan operasi militernya sampai penguasa Libya Muammar Gaddafi tumbang dari kekuasaan di negara Afrika kaya minyak itu.

Sejauh ini serangan udara koalisi Barat telah merenggut puluhan nyawa penduduk Kekuatan revolusioner Libya juga sering mengkritik NATO gagal mencegah pasukan Gaddafi membunuh warga sipil. Sebuah revolusi melawan Gaddafi meletus di Libya sejak pertengahan Februari lalu.(IRIB)

Rakyat Gaza akhirnya bisa tersenyum

Setelah empat tahun ditutup dalam program boikot yang dijalankan Rezim Zionis Israel, akhirnya pintu perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan dunia luar dibuka. Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil Al-Arabi mengatakan, pembukaan pintu perbatasan Rafah dimaksudkan untuk meringankan derita warga Gaza akibat blokade yang diberlakukan rezim Zionis terhadap wilayah ini. Menlu Mesir menyebut penutupan perbatasan Rafah sebagai noktah hitam yang memalukan. Dia menambahkan, kondisi warga Gaza harus diperbaiki secara menyeluruh. Kebijakan terbaru pemerintah Mesir ini disambut gembira oleh Faksi Gerakan Hamas yang menyebutnya sebagai tindakan berani dan bertanggungjawab.

Empat tahun lalu, pemerintah Mesir yang dipimpin diktator Hosni Mubarak dengan alasan keterikatan dengan perjanjian Camp David menyertai rezim Zionis dalam memblokade Jalur Gaza yang dikuasai oleh kubu Islamis, Hamas dengan cara menutup perbatasan Rafah. Blokade itu sendiri diterapkan untuk melumpuhkan pemerintahan Hamas dan memaksanya menyerah di hadapan kemauan Israel atau setidaknya menyerahkan kekuasaan kepada kubu pro perdamaian dengan Israel di Palestina.

Dengan demikian, Gaza yang dihuni oleh sekitar satu setengah juta jiwa tak ubahnya bagai penjara raksasa dengan kondisi penghuninya yang menyedihkan. Tak ada jalan bagi suplai bahan makanan, bahan bakar, obat-obatan dan barang material kecuali sangat minim ke wilayah ini. Resistensi warga Palestina di Gaza mendorong mereka untuk melakukan hal-hal yang tidak mungkin seperti membuat tunel-tunel terowongan bawah tanah yang menghubungkan mereka ke Mesir untuk pengadaan barang-barang kebutuhan. Namun tunel-tunel itupun tak lepas dari amukan militer Zionis bahkan Mesir.

Kini pasca jatuhnya kekuasaan Mubarak oleh revolusi rakyat, pemerintahan Dewan Militer memutuskan untuk membuka perbatasan Rafah secara permanen demi meringankan derita warga Gaza. Pemerintah Mesir mengumumkan, perbatasan ini dibuka setiap hari dari pukul 9 pagi sampai 17 sore kecuali hari Jumat dan hari libur resmi. Diumumkan pula bahwa wanita Gaza dan anak laki-laki di bawah usia 18 tahun atau mereka yang berusia di atas 40 tahun dan mereka yang bersama anak dan ibu bisa memasuki Mesir tanpa visa. Dinyatakan pula bahwa mereka yang ingin belajar atau berobat ke Mesir harus mengantongi dokumen resmi.

Pembukaan pintu perbatasan Rafah secara permanen oleh pemerintah Mesir disambut gembira oleh rakyat Palestina. Sementara, di Israel keputusan itu ditanggapi dengan kegeraman yang sangat. Sejumlah petinggi Zionis menyatakan tak akan membiarkan perbatasan Rafah dibuka. Pernyataan, yang lantas direaksi oleh pemerintah Mesir dengan menegaskan bahwa masalah perbatasan Rafah adalah hak dan wewenang Mesir.

Sumber: IRIB

Ironi Pernikahan Kerajaan Inggris

April 26, 2011

Menjelang pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton, yang digelar pada 29 April mendatang, ajang pernikahan termahal kerajaan Inggris itu makin santer dibicarakan media-media setempat. Yang paling kentara adalah isu seputar mahalnya ongkos pernikahan tersebut. Ironisnya biaya besar tersebut justru dikeruk dari uang rakyat, bukan dari kekayaan keluarga kerajaan. Bahkan, Daily Mail mengukuhkan pernikahan Kate-William paling mahal dalam sejarah Inggris. Diperkirakan pernikahan cucu Ratu Elizabeth II itu menguras uang rakyat hingga 20 juta poundsterling (Rp 285 miliar).

Sementara Globe and Mail, koran terbitan Kanada malah meramalkan biaya pernikahan pasangan Kerajaan Inggris itu mencapai USD 78 juta (Rp 673 miliar). Padahal, menurut salah satu kajian, rata-rata pernikahan orang Inggris hanya membutuhkan biaya USD 29.000 (Rp250 juta). Ironisnya lagi, biaya itu di luar ongkos pengamanan polisi dan aparat keamanan menyusul adanya ancaman serangan terorisme dalam pesta penikahan itu. Diperkirakan biaya pengamanan bakal menghabiskan sekitar 95 juta euro.

Tentu saja kenyataan tersebut sangat ironis bila disandingkan dengan situasi perekonomian Inggris yang belum sepenuhnya lepas dari deraan krisis. Sayangnya, keluarga kerajaan sepertinya tak punya empati sama sekali. Mereka malah menggelar pesta pernikahan yang sangat mewah. Kendati keluarga kerajaan memiliki kekayaan hingga miliaran dolar, namun masih saja menghambur-hamburkan uang rakyat untuk sekedar menghelat sebuah pesta pernikahan.

Parahnya lagi, sebagaimana dilaporkan Press TV, penetapan 29 April sebagai hari libur nasional juga telah merugikan ekonomi Inggris sekitar USD 9,6 miliar atau Rp 86,4 triliun. Sedangkan menurut Konfederasi Industri Inggris, kerugian ekonomi akibat hari libur itu mencapai USD 6,4 miliar atau Rp 57,6 triliun. Angka yang tidak sedikit dalam menggerakkan ekonomi rakyat Inggris.

Padahal dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Inggris menerapkan kebijakan penghematan ekonomi yang sangat ketat. Akibatnya, anggaran untuk kesejahteraan publik pun dipangkas habis-habisan. Diperkirakan, penghematan ekonomi tersebut bakal menghapus sekitar 15 ribu lapangan kerja hingga lima tahun ke depan.

Ironi ini menunjukkan bahwa pemerintah Inggris lebih memilih gengsi sebuah pesta pernikahan ketimbang menyejahterakan rakyatnya sendiri. Di saat sebagian besar rakyat Inggris berjuang untuk lepas dari jeratan krisis ekonomi dan pengangguran, namun negara justru menguras uang pajak rakyat untuk sebuah perayaan semu.

Menariknya lagi jika kita simak list para undangan VIP pernikahan super mewah tersebut. Kerajaan Inggris malah mengundang putra mahkota Bahrain, Syeikh Salman bin Hamad al-Khalifa. Padahal sudah menjadi rahasia umum, jika belakangan ini, keluarga kerajaan al-Khalifa terbukti bertindak sangat brutal dalam memberangus gerakan pro-demokrasi di negaranya. Tentu hal ini sangat kontras dengan klaim pembelaan HAM dan demokrasi yang selama gencar disuarakan London. Namun begitulah gaya Barat yang selalu mendua. (IRIB)

Elbaradei: Barat Hanya Ingin Iran Cabut Program Nuklirnya!

April 21, 2011

Mantan Dirjen IAEA mengungkapan, Barat sebenarnya tidak ingin mencapai kesepakatan dengan Tehran soal masalah nuklir dan berusaha untuk mengubah pendirian Iran agar membatalkan program nuklirnya.

Mohamed ElBaradei kepada harian Der Spiegel Selasa (19/4) menyatakan, “Amerika dan Eropa memotong dokumen penting dan informasi dari kami. Mereka tidak tertarik menjalin kompromi dengan Tehran. Mereka hanya menginginkan perubahan rezim-dengan cara apapun,”

Selama ini, Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Baratnya menuduh Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir. Mereka menggunakan tudingan itu sebagai dalih untuk menekan Dewan Keamanan PBB menjatuhkan putaran saknsi keempat terhadap Tehran pada tahun 2010.

Iran sendiri berkali-kali menampik tudingan tersebut. Tehran mengatakan, sebagai anggota dari Badan Energi Atom Internasional dan penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir, Iran berhak menggunakan energi nuklir sipil untuk pembangkit listrik dan penelitian medis. (IRIB)

Anggaran Militer Amerika Serikat untuk Pembantaian atau Perdamaian?

April 20, 2011

Menurut sebuah laporan think-tank Swedia, Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), anggaran militer global telah meningkat di tahun 2010. Sebuah dokumen tentang belanja militer dunia menunjukkan angka 1,6 triliun dolar pada tahun lalu.

Anggaran itu memperlihatkan peningkatan 1,3 persen dalam pengeluaran militer global bahkan ketika disesuaikan dengan tingkat inflasi. Namun secara keseluruhan, mengingat krisis ekonomi global, tingkat pertumbuhan anggaran militer dunia telah menurun. Sebagai contoh, di Eropa, dimana negara-negara tengah berjuang untuk keluar dari defisit anggaran, pengeluaran militer merosot sebesar 2,8 persen.

Menurut laporan SIPRI, Amerika Serikat masih menjadi yang terbesar dengan menguasai 43 persen belanja militer dunia disusul Cina 7,3 persen, Inggris 3,7 persen, Perancis dan Rusia 3,6 persen. Meski demikian, laju pertumbuhan pengeluaran anggaran militer AS menurun sebesar 2,8 persen pada tahun 2010.

Pengeluaran militer mengacu pada semua pengeluaran pemerintah terhadap pasukan militer dan tindakan saat ini, termasuk gaji dan tunjangan, biaya operasional, senjata dan pembelian peralatan, konstruksi militer, penelitian dan pengembangan serta administrasi pusat.

Secara keseluruhan, sejak tahun 2001, ketika perang di Afghanistan dimulai, anggaran militer AS telah mengalami peningkatan. Tapi, puncaknya terjadi pada tahun 2003 ketika invasi Irak dimulai dan pada tahun 2010, anggaran militer AS mencatat kenaikan 82 persen. Tampaknya tren ini tidak akan berubah dalam waktu dekat.

Berdasarkan rilis SIPRI, Cina dan negara-negara lain di Asia telah berusaha untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pengeluaran militer dan pertumbuhan ekonomi mereka secara keseluruhan.

Selama ini, AS senantiasa berupaya menebarkan perselisihan dan konflik antara pemerintah dan bangsa. Negara adidaya itu kerap mengobarkan perang di berbagai kawasan demi memasarkan senjata. Belum lagi, komitmen AS untuk melanjutkan program suplai senjata kepada rezim Zionis Israel demi memuaskan para pemimpin Tel Aviv yang haus darah.

Kongres AS belum lama ini meloloskan undang-undang otorisasi anggaran bantuan militer kepada Israel. Ketentuan itu memberikan bantuan tambahan sebesar 205 juta dolar kepada Zionis untuk memperkuat sistem pertahanan rudal Israel, Iron Dome. Sejak tahun 2007, Washington memberikan bantuan tahunan kepada Tel Aviv sebesar tiga miliar dolar. Dana ini hampir sepenuhnya dihabiskan untuk pembelian senjata Amerika sebagai bagian dari perjanjian sepuluh tahun.

Washington menggunakan dana pembayar pajak untuk mendukung perang pimpinan AS, seperti Afghanistan, Irak dan sekarang Libya. Pemerintahan Barack Obama terus meningkatkan pengeluaran militer AS meski harus memangkas pengeluaran publik untuk menutupi defisit anggaran. (IRIB)